Menikah dapat Bantu Melindungi Kesehatan Jantung, Ini Buktinya

Berada dalam hubungan yang sehat telah terbukti memberikan manfaat kesehatan, termasuk kehidupan yang lebih panjang.

Pernyataan di atas setidaknya terbukti dalam sebuah penelitian terbaru, yang melaporkan bahwa pasangan menikah cenderung memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Dikutip dari Time.com pada Kamis (21/6/2018), ulasan yang dipublikasikan di jurnal Heart itu menganalisis lebih dari 30 penelitian yang melibatkan lebih dari dua juta orang.

Studi tersebut termasuk informasi tentang status pernikahan dan risiko pasangan terhadap masalah kesehatan yang berhubungan dengan fungsi jantung.

Diperkirakan sebanyak 80 persen dari risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular, berkaitan dengan kondisi genetika atau masalah kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

Namun menurut peneliti, ada 20 persen faktor lain yang turut memengaruhi kesehatan jantung, seperti kontak sosial yang melibatkan interaksi antar personal dan kelompok, termasuk di dalamnnya jalinan rumah tangga.

Data menunjukkan bahwa orang yang tidak menikah berada pada risiko 42 persen lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan risiko 16 persen terancam gangguan arteri koroner, dibandingkan dengan mereka yang sudah menikah.

Untuk orang-orang yang dulunya pernah menikah, memiliki risiko penyakit terkait fungsi jantung lebih tinggi dibandingkan mereka yang saat ini menikah.

Orang-orang yang belum lama bercerai memiliki sekitar 35 persen risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Lebih dari itu, khusus bagi penyandang status janda dan duda, mereka cenderung memiliki sekitar 16 persen kemungkinan gejala stroke.

Meski memiliki spektrum manfaat yang luas, studi ini sejatinya terbatas pada penggunaan informasi dari pasangan heteroseksual, dan tidak melihat kualitas hubungan antar personal.

Selain itu, penelitian ini juga tidak melihat kesehatan jantung orang-orang yang tinggal dengan pasangan mereka, tetapi tidak menikah.

Tidur Sejenak Tingkatkan Daya Ingat dan Kemampuan Belajar


Berbagai penelitian menunjukkan istirahat malam yang baik dapat membantu kita tetap sehat, jiwa maupun raga. Para peneliti juga menyatakan tidur mungkin cara terbaik untuk membantu daya ingat dan kemampuan belajar kita.Michael Twery, direktur Pusat Riset Nasional untuk Gangguan Tidur di Institut Kesehatan Nasional Amerika, adalah pakar mengenai tidur dan gangguan tidur.

“Tidur malam yang baik penting bagi proses belajar dan menghafal. Proses ini penting karena menyimpan latihan-latihan fisik dan belajar ke ingatan yang lebih permanen sewaktu kita tidur 7-8 jam. Keesokan paginya sewaktu kita bangun, otak kita lebih siap bertindak berdasarkan informasi tersebut,” jelas Twery.

Bagaimana dengan istirahat sejenak pada tengah hari? Hasil studi terdahulu menunjukkan tidur sejenak membantu bayi dan anak-anak kecil belajar lebih baik. Bagi orang dewasa, tidur sejenak membantu kinerja otaknya.

Banyak orang Amerika yang tidur sejenak pada siang hari. Tetapi sepertiga orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kelelahan kronis, sebut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika. CDC mendapati 50 hingga 70 juta orang Amerika mengalami gangguan tidur kronis.

Jadi, orang yang tidur sejenak untuk membayar kekurangan tidurnya tidak mengalami manfaat yang diperoleh seseorang yang sehat, cukup istirahat. Banyak orang juga tidak ingin mengaku tidur sejenak karena mengira itu menunjukkan mereka lemah atau kurang energi. Karena itu banyak yang beranggapan hanya anak-anak, orang lanjut usia, sakit atau malas yang tidur sejenak.

Semua itu mungkin berubah. Banyak kantor yang sekarang menyediakan ruang untuk tidur sejenak dan kafe tidur bermunculan di banyak kota di Amerika, termasuk di Washington DC.

Sementara beristirahat tengah hari pada jam kerja mungkin dianggap sebagai kemewahan bagi warga Amerika, tidur sejenak sebenarnya bagian dari kehidupan sehari-hari yang normal di banyak tempat lain.

Suatu hasil penelitian terhadap subjek berusia 65 tahun ke atas yang dimuat di the Journal of the American Geriatrics Society menunjukkan, mereka yang rehat siang satu jam menunjukkan hasil lebih baik dalam tes mental daripada yang tidak melakukannya. Namun Michael Twery merekomendasikan tidur paling lama 30 menit bagi kalangan dewasa muda yang sehat. Periode itu, katanya, cukup untuk menghilangkan tekanan agar tidur dan akan membuat kita lebih terjaga.

National Sleep Foundation juga memperingatkan jika kita sulit tidur pada malam hari, batasi tidur sejenak di bawah 45 menit, dan tidurlah sebelum pukul 3 sore. [uh/ab]

Sumber : https://www.voaindonesia.com

Konsumsi Alkohol Bisa Perpendek Usia Hingga 5 Tahun

JAKARTA – Peneliti kembali menemukan efek samping dari konsumsi alkohol. Kebiasaan buruk ini dapat memperpendek usia 4—5 tahun. Penelitian ini melibatkan 600.000 responden yang merupakan peminum di Inggris.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah The Lancet ini mengungkapkan, konsumsi alkohol 10—15 kali setiap minggu akan mempersingkat usia antara 1—2 tahun. Sementara konsumsi lebih dari 18 kali dalam seminggu memperpendek usia 4—5 tahun.

Dilansir dari BBC, peneliti meneliti kebiasaan minum alkohol dan kesehatan di 19 negara untuk mengetahui berapa banyak kesempatan hidup seseorang jika konsumsi alkohol seumur hidup mulai dari usia 40 tahun.

Selain itu, penelitian yang dilakukan peneliti dari Universitas Cambridge ini juga mendapatkan bahwa konsumsi alkohol lima sampai 10 kali dalam seminggu bisa memperpendek usia hingga enam bulan.

Sementara penelitian-penelitian sebelumnya menyatakan konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Sebesar 12,5 unit alkohol akan meningkatkan risiko stroke sebesar 14%, hipertensi fatal 24%, gagal hati 9%.

WHO: Vaksin Demam Berdarah Tidak Boleh Diberikan Sembarangan

LONDON — World Health Organization mengatakan vaksin yang pertama kali diperuntukkan untuk kebutuhan demam berdarah harus digunakan dengan “cara yang jauh lebih aman,” artinya suntikan yang diberikan sebagian besar hanya boleh diberikan pada orang-orang yang sebelumnya pernah terinfeksi penyakit itu.

Pada bulan November, produsen vaksin itu, Sanofi Pasteur, mengatakan mereka yang belum pernah terjangkit oleh penyakit itu berisiko untuk menderita penyakit yang lebih serius setelah mendapatkan suntikan vaksin tersebut.

Continue reading “WHO: Vaksin Demam Berdarah Tidak Boleh Diberikan Sembarangan”

Puasa Seharian Penuh, Ini Keajaiban yang Akan Terjadi pada Tubuh

Liputan6.com, Jakarta Setiap orang pasti pernah menjalani puasa. Beberapa agama bahkan mengajarkan puasa dengan tidak mengonsumsi makanan selama beberapa waktu. Namun ternyata, puasa dapat membawa banyak manfaat bagi kesehatan Anda.

Dilansir dari Boldsky, Jumat (23/3/2018), Manfaat puasa dapat Anda rasakan dari delapan jam pertama hingga 24 jam. Selain itu, puasa dipercaya dapat meningkatkan kesehatan jantung dan otak. Bagaimana itu bisa terjadi? Berikut ulasannya.

Continue reading “Puasa Seharian Penuh, Ini Keajaiban yang Akan Terjadi pada Tubuh”